Sabtu, 09 September 2017

Manga Review - Ten Count by Takarai Rihito

01.28 0 Comments
Hii guys..!!
Ketemu lagi ama fudanshi yang gak pernah tobat ini~ Kali ini, gue mau bahas Manga yang suangat akikah demenin~ Yup! Ten Count~!!!
Sekedar informasi buat para pemirsah semua nih yaa, Ni manga termasuk genre Yaoi, jadi, klo pemirsa semua benci ma Yaoi... silahkan mundur satu kilometer dari gadget anda *gubrak*

Btw, Yaoi tuh apa sih?

Hem, Yaoi adalah genre AniManga yang menjurus ke percintaan antara 2 lelaki~ bisa di bilang MAHO, mulai dari suka2an, peyuk2, kissu, hingga sex (taukan maksud gue)
Lalu, ada istilah lain namanya Seme & Uke
Nah apakah arti gerangan kata ini?
Seme: artinya penyerang, dalam Yaoi, Seme berperan untuk menjadi Laki-laki. yah bisa dibilang menusuk *plak*
Uke: artinya penerima, Dalam Yaoi, Uke berperan sebagai Perempuan. bisa dibilang yg ditusuk *heihei*
Sumber yang lengkap ada di Wikipedia noh. ^o^
Balik ke topik utama.
Ten Count adalah manga Yaoi karya Takarai Rihito-Sensei. yang menceritakan kisah cinta antara Sekretaris perusahaan pengidap Mysophobia (Mysophobia: sejenis kelainan/Phobia yg pengidapny takut terhadap hal kotor seperti bakteri dan kontaminasi) dan Seorang konselor~

*WARNING! SPOILER ALERT*
    Shirotani Tadaomi adalah seorang Sekretaris yang hidup dengan rasa takut akan kotor. Suatu hari, Direkturnya. Kuramoto-san, hampir ditabrak oleh truk. Kuramoto-san ditiolong oleh Kurose Riku, seorang konselor di sebuah klinik terapi. disaat itu juga, Kurose menyadari ada suatu hal yg aneh dari Shirotani. Kurose menyadari bahwa Shirotani terkena Mysophobia karena ia selalu memakai sarung tangan untuk mencegah kontaminasi. Lalu Kurose mengajak Shirotani untuk menyembuhkan Phobianya karena kelihatannya sudah parah. Awalnya Shirotani menolak. tapi karena Ia juga mengkhawatirkan hidupnya yang seperti ini, Shirotani ahkirnya mau juga.
Untuk terapinya sendiri, Kurose menyuruh Shirotani menulis angka 1 sampai 10 secara menurun di buku catatanny. Lalu menulis hal2 yang tidak ingin dilakukan secara berurutan. No 1 adalah yang paling mudah, dan No 10 adalah yang tidak mungkin~
Nih isi Catatannya ^^ :
  1.     Menyentuh gagang pintu tanpa sarung tangan
  2.     Membiarkan orang lain menyentuh barangku
  3.     Membeli buku di toko buku
  4.     Memegang cincin pegangan di kereta
  5.     Makan di Restoran
  6.     Bersalaman dengan tangan kosong
  7.     Menyentuh barang orang lain tanpa disterilkan
  8.     Meminum minuman bekas orang lain
  9.     Membiarkan orang lain masuk ke kamarku
  10.     (No 10 Shirotani-san gak isi)
Penasaran kan bagaimana akhirnya nah untuk selanjutny, baca aja sendiri ^o^

Character Profile.
Shirotani Tadaomi
BLCD Drama Seiyuu's: Shinnosuke Tachibana (M)
Age: 31
Job: Sekretaris Perusahaan Kuramoto

Pengidap Mysophobia karena sebuah 'trauma' di saat ia masih kecil, Ia paling tidak ingin terkontaminasi oleh bakteri. makanya kadang Ia tidak suka pergi membeli Buku ke toko buku karena Takut jika buku itu pernah disentuh oleh orang lain. ataupun jika ke Restoran atau tempat2 umum lainnya. Ia tidak pernah menyadari perasaannya pada Kurose. dan saat Ia 'Disentuh' oleh Kurose, Ia mulai menyadari betapa hangatnya sentuhan orang lain.

Kurose Riku
BLCD Drama Seiyuu's: Tomoaki Maeno (M)
Age: 26
Job: Konselor di klinik terapi
Menyukai Shirotani,Kurose pernah ingin berpisah dengan Shirotani karena Kurose takut, bahwa karena Ia telah jatuh cinta pada Shirotani. Ia takut bahwa ia akan menyentuh Shirotani
(Lengkapny, baca mangany aja deh)

Btw, ni Rating komik 18+, jadi buat para fujo/fudan bocah, gak boleh baca~
Klo Cerita cintanya? hem.. ni love story yang bisa bikin baper deh ><
Klo Adegan Seksnya? Wuah!!! jangan ditanya!!! kalo elu fujo/fudan yang suka berimajinasi ato menyukai yang bener-bener Hard, Saya Rekomenin nih Manga :3
Ceritanya menarik,Artnya bener2 cantik, mendetail, dan NO SENSOR cuy. jadi ni Manga Saya kasih Rating tinggi~!! yaitu 9.9 *tebar kembang*
Klo para pemirsa mau baca, bisa baca di MangaTank,MangaGo, MangaPark, ato di MangaWay~
And itulah sekedar review sampah dari gue~ mohon maaf klo ada salah2 kata deh~
bye.~:*

Jumat, 08 September 2017

MOVIE REVIEW "TIMELINE"

01.02 0 Comments
Cinta sejati itu seperti apa? Apakah cinta yang dibawa sampai mati? Cinta yang tetap ada ketika pasangan kita dalam masa terburuknya? Semuanya bisa saja menjadi jawabannya. Terus apa hubungannya dengan review kali ini? Ya, kali ini film yang akan di-review adalah film yang berkisah tentang apa itu cinta sejati—cinta sejati dalam dunia gay. Timeline adalah film Thailand bertema gay yang dirilis pada tahun 2013.
Film ini terdiri dari tiga cerita, yang entah bagaimana saya masih belum juga menemukan keterkaitan antara ketiga cerita tersebut.
 
Cerita pertama tentang dua sahabat Ohm dan sahabatnya yang tidak saya dapatkan namanya ketika menonton film ini. Temannya Ohm datang berkunjung ke rumah Ohm untuk mengerjakan tugas sekolah. Dan setelah lelah mengerjakan tugas temannya Ohm pun memberitahunya bahwa dia ingin latihan mencium orang, yaitu dengan mencium Ohm. Sebelumnya mereka telah berbicara soal wanita dan mencurigai bahwa diantara mereka ada yang gay. Setelah berciuman maka terjadilah hal yang diluar dugaan, sejak saat itu mereka pun jadian. Temannya Ohm mengajak Ohm untuk berlibur di sebuah kawasan yang dekat dengan sungai dan mereka pun menginap di sana dalam satu kamar. Segmen dari cerita pertama ini teenager banget. Dan manis keren deh pokonya :D.
Cerita kedua ini jauh sekali dari cerita pertama. Bas dan Top adalah pasangan gay idol yang mengunggah video mesra mereka. Mereka pun tampil dalam acara televisi. Banyak fans yang memberi mereka hadiah. Dalam salah satu hadiah itu Bas, menemukan teror. Teror itu berlanjut dari hadiah, telpon, sampai komputer. Seorang tetangga memberiatahukan bahwa ada orang lain di rumah mereka, tapi keduanya tidak begitu peduli. Cerita dalam bagian kedua ini creepy, genre-nya lebih ke thriller. Dendam yang harus terbalaskan. Bas pun meninggal karena diracuni setelah minum jus jeruk, dan saat Top membawanya ke rumah sakit, gerbang rumahnya digembok dan tidak bisa dibuka. Bas pun meninggal dalam pelukan Top karena kehabisan darah. Saat itulah muncul Karn, orang yang pernah berpacaran dengan top (mungkin), tapi mempunyai wajah yang buruk dan Top pun meninggalkan Karn. Ending-nya tidak begitu jelas tapi bisa disimpulkan bahwa Top pun mati karena menolak untuk mengatakan dia mencintai Karn.
Dari yang romantis dibawa ke thriller, jujur saat menonton film ini gue bingung karena cerita pertama begitu menggantung kemudian dilanjut cerita kedua yang tidak berhubungan sama sekali. Banyak hal yang bisa diambil dari kedua cerita tersebut.
Cerita ketiga tentang Boy seorang mahasiswa yang berlibur di sebuah penginapan dekat sungai (boy ini ganteng banget coy :*). Boy memiliki masalah dengan cewekknya. Di penginapan dia bertemu laki-laki seumuran dengannya dan dia mulai memiliki rasa dengannya. Sayangnya cinta itu tak terbalas. Karena dia bukanlah Mr. Right-nya. Si pemilik penginapan dengan telaten merawat laki-laki yang disebut dengan daddy. Pada awalnya saya kira lelaki itu adalah ayahnya. Tapi ternyata tidak. Pemilik penginapan itu Ohm, dan lelaki yang dirawatnya adalah temannya dulu. Sebuah kisah cinta yang tulus. Cinta sejati. Ending-nya unpredictable. Kembali pada masa Ohm dan temannya masih remaja di part terakhir ini lah gue hampir mewek ;D.
Film ini manis,  penuh romansa dan menguras emosi, recommended banget deh pokoknya :D, kalau rating dari gue sih 08/10.